Liga Champions: Barcelona 3-1 Arsenal
Arsenal Bermain Baik, Namun Barcelona Lebih Baik
Dalam pratinjau pertandingan ini, kami memprediksi Arsenal bisa mencetak gol dan Barcelona pasti mencetak gol.
Semalam di Camp Nou, Arsenal terbukti bisa mencetak gol. Namun jumlahnya hanya satu sementara mereka butuh menang dengan selisih tiga gol karena kalah 0-2 di leg pertama. Alih-alih menang dengan selisih yang mereka butuhkan, Arsenal malah kebobolan tiga kali. Mereka kalah 1-3 dan gugur untuk kali keenam dalam enam musim berturut-turut; semuanya di putaran 16 besar.
Banyak Kejutan dari Tim Tamu
Sesuai prediksi, Luis Enrique menurunkan susunan pemain terbaiknya. Di antara para pemain utama, hanya Gerard Pique yang tidak ada dalam daftar sebelas pemain pertama. Selebihnya – Marc-Andre Ter Stegen, Dani Alves, Javier Mascherano, Jordi Alba, Sergio Busquets, Andres Iniesta, Ivan Rakitic, Neymar, Luis Suarez, dan Lionel Messi – bermain sejak menit pertama. Pique yang absen karena menjalani larangan bertanding digantikan posisinya oleh Jeremy Mathieu.
Dibanding Barcelona, susunan pemain Arsenal lebih jauh melenceng dari prediksi semula. Tidak ada Per Mertesacker dalam susunan sebelas pemain pertama; Arsene Wenger mempercayakan jantung pertahanan timnya kepada Laurent Koscielny dan Gabriel Paulista. Tidak ada pula Olivier Giroud; Danny Welbeck, pencetak gol tunggal dalam pertandingan terbaru Arsenal, mengisi pos penyerang tengah. Selain Mertesacker dan Giroud, Francis Coquelin juga tidak bermain sejak menit pertama. Cederanya Aaron Ramsey dan masuknya Coquelin ke daftar pemain cadangan membuat Mathieu Flamini dan Mohamed Elneny menjadi pasangan starter poros ganda Arsenal di pertandingan ini.
Melencengnya prediksi tidak berhenti sampai di situ. Kejutan terbesar dalam susunan sebelas pemain pertama Arsenal bernama Alex Iwobi. Pemain berusia 19 tahun tersebut lebih dipercaya ketimbang Theo Walcott dan Joel Campbell yang biasanya bermain di sisi kanan serangan Arsenal.
Karena Iwobi bermain sebagai starter, Alexis Sanchez yang biasa bermain di sebelah kiri pun bergeser ke sisi kanan serangan Arsenal.
Selain Gabriel, Elneny, Flamini, dan Welbeck, para starter Arsenal adalah langganan di posisinya masing-masing (kecuali David Ospina yang secara otomatis menempati posisi penjaga gawang utama karena Petr Cech cedera): Hector Bellerin, Nacho Monreal, dan Mesut Oezil
Hanya Cukup Baik
Pada babak pertama di pertandingan leg pertama, Arsenal membuat Barcelona kesulitan mencetak gol dengan pertahanan rapat. Pada babak kedua di pertandingan yang sama, Arsenal bermain terbuka. Di pertandingan semalam, mereka menggabungkan keduanya. Hasilnya baik. Namun seperti leg pertama, kebaikan hanya menaungi Arsenal hingga turun minum.
Kecuali saat Neymar mencetak gol dengan memanfaatkan satu kesalahan lawan, Arsenal tampil baik di babak pertama. Sistem pertahanan yang mereka terapkan berjalan efektif. Pemainan menekan membuat Barcelona tidak begitu leluasa menguasai bola. Garis pertahanan tinggi memaksa para pemain Barcelona mengatasi jebakan offside dalam setiap usaha mereka mengancam gawang Arsenal.
Tugas membantu pertahanan yang dibebankan kepada Alex Iwobi membuat pergerakan Lionel Messi lumayan terhambat. Di sisi yang berseberangan dengan Iwobi, Alexis Sanchez tidak diberi beban yang sama untuk bertahan. Tujuannya jelas: agar ketika Arsenal merebut bola, ia bisa berada sedekat mungkin dengan pertahanan lawan dan karenanya bisa secepat mungkin mencapai tujuan.
Iwobi tidak hanya aktif di sepertiga akhir, namun juga banyak terlibat di area yang lebih dalam
Arsenal yang berkali-kali dibuat kewalahan oleh serangan balik Barcelona karena bermain terbuka di babak kedua pada leg pertama, kini tidak lagi menghadapi masalah yang sama. Pada babak pertama pertandingan semalam, gawang Arsenal relatif aman dari serangan-serangan Barcelona walau mereka bermain terbuka.
Rahasianya ada di susunan lini belakang yang selalu berisi empat pemain. Keterlibatan para fullback Arsenal ketika menyerang lebih terbatas ketimbang biasanya. Normalnya Arsenal menyerang dengan kedua fullback, namun pada pertandingan semalam hanya dengan satu. Jika Arsenal
menyerang lewat kanan, maka Hector Bellerin membantu serangan dan Nacho Monreal tinggal di lini belakang. Begitu sebaliknya. Kekosongan yang terjadi akibat naiknya seorang fullback diatasi oleh Mathieu Flamini.
Empat pemain belakang Arsenal tak pernah kalah jumlah melawan trio penyerang Barcelona. Selain tak pernah kalah jumlah, para pemain belakang Arsenal pun tak pernah memberi ruang yang terlalu banyak kepada trio penyerang Barcelona. Tidak pernah, bahkan ketika Arsenal yang menguasai bola.
Normalnya, jika David Ospina yang menguasai bola, fullback akan bermain tinggi dan kedua bek tengah akan bermain melebar untuk menciptakan dominasi ruang. Semalam, barisan pertahanan Arsenal begitu fokus terhadap tugas mereka mematikan tiga penyerang Barcelona hingga mereka mengorbankan dominasi ruang. Bahkan ketika David Ospina menguasai bola, positioning Bellerin dan Monreal tergantung positioning Neymar dan Messi. Bukan sebaliknya. Dominasi ruang tidak lebih penting ketimbang tugas membatasi ruang gerak Neymar, Messi, dan Suarez (yang diawasi secara ketat oleh Koscielny dan Gabriel).
Ketiga penyerang Barcelona yang mendapat pengawalan ketat, toh, tak hilang akal. Terutama Suarez. Ia tahu bahwa Koscielny dan Gabriel hanya bisa mengawasinya dengan ketat sampai batas tertentu dan ia memaksa keduanya mencapai batas. Ruang gerak Suarez di sepertiga akhir terbatas, namun tidak di lini tengah. Ia mundur menjauh dari gawang lawan untuk mendapat lebih banyak ruang dan karenanya lebih banyak bola. Dari kedalaman ia, yang tugas utamanya adalah mencetak gol, menjalankan tugas tambahan dengan baik dan dengan itulah membawa kebaikan bagi tim.
Adalah Suarez yang mencetak assist untuk gol pertama Barcelona. Adalah Suarez yang memimpin, dari barisan terdepan, para pemain Barcelona bermain menekan. Adalah Suarez yang, walau menjalankan banyak tugas tambahan, tetap berhasil menjalankan tugas utama. Golnya, gol kedua Barcelona, membawa timnya kembali unggul setelah Arsenal berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua.
Bermain sebagai penyerang tengah tak mencegah Suarez menjelajah
Berbicara mengenai keberhasilan Arsenal menyamakan kedudukan di babak kedua, ini bisa terjadi karena Mathieu Flamini terpaksa ditarik keluar karena cedera. Masuknya Francis Coquelin menggantikan Flamini menjelang berakhirnya babak pertama membuat Arsenal lebih lantang ketika menyerang.
Coquelin, walau berjiwa petarung dan senang melancarkan tekel, bukan seorang gelandang bertahan seperti Flamini. Ia lebih ke seorang gelandang tengah yang kompeten bertahan. Karenanya ia sedikit lebih menyerang dari Flamini. Karenanya serangan Arsenal lebih lantang setelah ia masuk. Hasilnya positif: Arsenal mencetak gol balasan lewat Elneny.
Namun di balik sisi positif tersebut duet Coquelin dan Elneny membuat Arsenal lebih rawan diserang karena Coquelin tidak melindungi lini belakang Arsenal di kedalaman seperti Flamini. Jarak antara Coquelin dan lini belakang Arsenal lebih lebar ketimbang Flamini dan lini belakang Arsenal. Karena itulah Barcelona mampu mencetak dua gol tambahan di babak kedua.
Kesimpulan
Arsenal melakukan segalanya dengan baik dan dengan tepat di babak pertama. Mereka mengakomodir kemauan bermain terbuka dan keharusan bertahan dengan bermain menekan dan menerapkan garis pertahanan tinggi. Itu, ditambah dengan pemberian tugas khusus kepada Alex Iwobi, kedua fullback, dan Mathieu Flamini, membuat Arsenal aman dari ancaman trio penyerang Barcelona. Neymar memang bisa mencetak gol di babak pertama, namun itu terjadi karena Arsenal melakukan kesalahan.
Seperti leg pertama, hasil kerja Arsenal yang baik di babak pertama hancur selepas turun minum. Masuknya Francis Coquelin membuat serangan Arsenal lebih lantang, namun di saat yang bersamaan membuat jarak antara lini belakang dengan lini tengah menjadi lebih lebar. Karenanya Barcelona berhasil mencetak dua gol di babak kedua.
No comments:
Post a Comment